Manusia itu unik,
muncul dnegan berbagai latar belakang, memiliki ideologi masing-masing, ada
yang sekedar ikut-ikutan, adapula yang sampai fanatik, ada yang berubah-ubah
lalu banyak pula yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan
sekitar. Terutama remaja dan beberapa orang dewasa yang tugas perkembangannya
terhambat, masih berada dalam posisi
remaja. Orang yang tidak memiliki sikap, apalagi orang yang tidak
memiliki role model bagi dirinya sendiri akan sangat bingung menhadapi persoalan baru yang tidak pernah ia duga,
apalagi rasakan. Dikarenakan beberapa alasan diatas, masalah didalam hidup manusia
berkembang dari titik kurang bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Adalah hal yang
sudah menjadi pengetahuan setiap konselor, memahami perbedaan segala sikap
karakter, ataupun watak manusia yang datang untuk meminta bantuan tuhan yang
Maha Esa melalui perantaraan konselor dalam menghadapi masalah. Setelah
memahami, selanjutnya konselor mengembangkan sikpa tertentu dari perbdaan
individual, sikapnya kepada lingkungan, attitude seperti suka dan tidak
suka, cara berfikirnya dalam memandang permasalahnnya atau diri sendiri,
mengambangkan sikap kritis dan kreative sehingga dicintai, diterima dan di
akui.
Cara kerja konselor
adalah melalui sudut psikologi dan agama. Menerapakan ilmu psikologi itu
sendiri, dan berdampingan dengan agama, sebagai ilmu yang mendekatkan manusia
dengan pencipta, sang penggerak hati manusia yang memiliki kuasa atas
apapun yanga ada dialam semesta dan
akhirat. Ilmu yang saya pelajari dan amalkan adalah agama Islam, teori Islam yang diambil dari Al-Qur’an dan
hadits nabi yang merupakan perkataan Allah.
Dalam sebuah
hadits, rasulullah SAW bersabda
حَدِيْثُ أَبِى هُرَيْرَة رَضِى
اللهُ عنه قال النبى صلى الله عليه وسلم: مَامِنْ مَوْلودٍ إِلا يُوْلَدُ عَلَى
ْلِفطْرَةٍ، فَأَبَوَاهُ
يُهَوِّدَانِهِ، أَوْيُنَصّرِانِهِ، اويمجسا نه
Yang artinya,
Abu
Hurairah r.a berkata : Nabi Saw bersabda : tiada bayi yang dilahirkan melainkan
lahir diatas fitrah, maka ayah bundanya mendidiknya menjadi Yahudi, Nasrani,
atau Majusi...
Kata fatratin atau
fitrah disini berarti : suci, memiliki potensi dan memiliki kecendrungan
menyembah tuhan yang Esa. Potensi ini dimasukkan ketika janin berusia 4 bulan,
setelah peniupan ruh kedalam janin. Potensi yang diberikan berupa asmaul
husnah atau nama-nama Allah, basyiran(maha
melihat) diberikan penglihatan, samingan (maha mendengar) pendengaran, mutakalliman
(maha berbicara) kecakapan dalam berbicara, ‘aliman (maha
mengetahui) akal dan lain-lain sebagainya sebagai pontensi dasar manusia.
Namun, potensi ini hanya diberikan dalam jumlah yang terbatas, sehingga untuk
mengembangkannya dibutuhkan bantuan.
Fungsi dari
bimbangan itu sendiri adaalh untuk mengangkat derajat atau mempertahankan,
mencakupi area pendidikan, sosial dan pribadi. Dengan kata lain, ini merupak
salah satu cara pengembangan potensi dari manusia. Potensi tersembunyi yang
tidak terlalu disadari, atau belum pernah diperlihatkan sebelumnya. Intinya,
setiap manusia semnejak dalam kandungan sudah diberikan Allah potensi, hanya
saja siapa yang lebih bisa memanfaatkannya, maka potensinya akan sangat
berkembang. Jenis layanan yang akan diberikan dalam psikologi konseling adalah
:
O : orintasi
(pengenalan)
P: placement (penempatan)
I :individual
inventory (mengenal individu, kepribadian dll)
I :information
service
C :conseling
F: follow up (tindak lanjut)
R: reset and
evaluation
Mengembangkan diri
bukan harus dengan seorang konselor yang berupa sarjana psikologi, bagi yang
sudah mengetahui potensinya bisa langsung mengasahnya dengan sebaik mungkin
ataua segera menemukanguru pembmbing. Keuntungan yang didapat jika
berkonsultasi dengan konselor adalah ilmu yang dimiliki digunakan secara
universal, dibelahan dunia manapun menggunakannya, dan ada tes untuk melihat kemapuanmu
sendiri seperti apa. Lebih cepat lebih baik. ^_^