Senin, 31 Maret 2014

Kenapa kita butuh bimbingan dan konseling ?




Manusia itu unik, muncul dnegan berbagai latar belakang, memiliki ideologi masing-masing, ada yang sekedar ikut-ikutan, adapula yang sampai fanatik, ada yang berubah-ubah lalu banyak pula yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan sekitar. Terutama remaja dan beberapa orang dewasa yang tugas perkembangannya terhambat, masih berada dalam posisi  remaja. Orang yang tidak memiliki sikap, apalagi orang yang tidak memiliki role model bagi dirinya sendiri akan sangat bingung menhadapi  persoalan baru yang tidak pernah ia duga, apalagi rasakan. Dikarenakan beberapa alasan diatas, masalah didalam hidup manusia berkembang dari titik kurang bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Adalah hal yang sudah menjadi pengetahuan setiap konselor, memahami perbedaan segala sikap karakter, ataupun watak manusia yang datang untuk meminta bantuan tuhan yang Maha Esa melalui perantaraan konselor dalam menghadapi masalah. Setelah memahami, selanjutnya konselor mengembangkan sikpa tertentu dari perbdaan individual, sikapnya kepada lingkungan, attitude seperti suka dan tidak suka, cara berfikirnya dalam memandang permasalahnnya atau diri sendiri, mengambangkan sikap kritis dan kreative sehingga dicintai, diterima dan di akui.
Cara kerja konselor adalah melalui sudut psikologi dan agama. Menerapakan ilmu psikologi itu sendiri, dan berdampingan dengan agama, sebagai ilmu yang mendekatkan manusia dengan pencipta, sang penggerak hati manusia yang memiliki kuasa atas apapun  yanga ada dialam semesta dan akhirat. Ilmu yang saya pelajari dan amalkan adalah agama Islam,  teori Islam yang diambil dari Al-Qur’an dan hadits nabi yang merupakan perkataan Allah.
Dalam sebuah hadits, rasulullah SAW bersabda 
حَدِيْثُ أَبِى هُرَيْرَة رَضِى اللهُ عنه قال النبى صلى الله عليه وسلم: مَامِنْ مَوْلودٍ إِلا يُوْلَدُ عَلَى 
ْلِفطْرَةٍ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ، أَوْيُنَصّرِانِهِ، اويمجسا نه
Yang artinya,
Abu Hurairah r.a berkata : Nabi Saw bersabda : tiada bayi yang dilahirkan melainkan lahir diatas fitrah, maka ayah bundanya mendidiknya menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi...
Kata fatratin atau fitrah disini berarti : suci, memiliki potensi dan memiliki kecendrungan menyembah tuhan yang Esa. Potensi ini dimasukkan ketika janin berusia 4 bulan, setelah peniupan ruh kedalam janin. Potensi yang diberikan berupa asmaul husnah  atau nama-nama Allah, basyiran(maha melihat) diberikan penglihatan, samingan (maha mendengar) pendengaran, mutakalliman (maha berbicara) kecakapan dalam berbicara, ‘aliman (maha mengetahui) akal dan lain-lain sebagainya sebagai pontensi dasar manusia. Namun, potensi ini hanya diberikan dalam jumlah yang terbatas, sehingga untuk mengembangkannya dibutuhkan bantuan.
Fungsi dari bimbangan itu sendiri adaalh untuk mengangkat derajat atau mempertahankan, mencakupi area pendidikan, sosial dan pribadi. Dengan kata lain, ini merupak salah satu cara pengembangan potensi dari manusia. Potensi tersembunyi yang tidak terlalu disadari, atau belum pernah diperlihatkan sebelumnya. Intinya, setiap manusia semnejak dalam kandungan sudah diberikan Allah potensi, hanya saja siapa yang lebih bisa memanfaatkannya, maka potensinya akan sangat berkembang. Jenis layanan yang akan diberikan dalam psikologi konseling adalah :
O : orintasi (pengenalan)
P: placement (penempatan)
I :individual inventory (mengenal individu, kepribadian dll)
I :information service
C :conseling
F:  follow up (tindak lanjut)
R: reset and evaluation
Mengembangkan diri bukan harus dengan seorang konselor yang berupa sarjana psikologi, bagi yang sudah mengetahui potensinya bisa langsung mengasahnya dengan sebaik mungkin ataua segera menemukanguru pembmbing. Keuntungan yang didapat jika berkonsultasi dengan konselor adalah ilmu yang dimiliki digunakan secara universal, dibelahan dunia manapun menggunakannya, dan ada tes untuk melihat kemapuanmu sendiri seperti apa. Lebih cepat lebih baik. ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar