Mari berkenalan dengan psikologi konseling...
Pernahkah anda mendengar tentang konseling?
Mungkin yang terbayang adalah suasana sebuah ruangan dengan sebuah menja,
seorang konselor dan klient berhadapan. Ya, begitulah interaksi yang terjadi
saat konseling. Blog ini merupakan tugas yang dibuat sebagai salah satu bentuk
pengamalan dari ilmu psikologi, terutama psikologi konseling. Alasan lainnya
adalah, dengan menulis di blog ini akan lebih mengasah kemampuan saya dalam
menulis dan mengingatkan kembali tentang pelajaran yang sebelumnya sudah
diajarkan. Nantinya, blog ini akan ditinjau langsung oleh dosen psikologi
konseling, bapak Bambang Suryadi,Ph.D.
Psikologi konseling adalah salah satu ilmu psikologi yang menggunakan scientific study. Yang artinya ilmu yang didapat memiliki kriteria sebagai berikut:
-
Objective (sesuai apa adanya)
-
Acuraly (valid)
-
Empiricaly proved(sudah dibuktikan dilapangan )
Walau teori yang paling terkenal dalam psikologi yaitu psikoanalisa
yang digagas oleh Sigmund Freud tidak menggunakan kriteria diatas terhadap
teorinya. Freud lebih memilih menggunakan instropeksi diri dan mengaitkannya
dengan kejadian dilingkungannya. Psikologi conseling mengikuti perkembangan
ilmu, dimana saat ini ilmu-ilmu yang tidak memiliki kriteria diatas sangat
mudah untuk digulingkan oleh teori baru. Psikologi konseling merupakan
penerapan dari ilmu psikologi, yang bertujuan untuk memberikan bantuan yang
berkualifikasi dari satu orang kepada orang lain.
Memberikan bantuan
atau giving asistance yang dalam bahasa inggris meliputi bantuna untuk
mengetahui diri sendiri, mengembankan potensial yang ia miliki, membatu dalam
penyelesaikan masalah, pembuatan keputusan dan penyesuaian diri. Konseling
merupakan bagian dari keseluruhan proses guidance yang berarti
mengarahkan ( to direct), menunjukkan ( to show), menyalurkan (to
channel). Proses dalam konseling harus berjalan langsung, dan pada
awalnya di lakukan dengan face to face (bertemu sacara langsung), namun saat
sekarang ini anda sudah bisa melakukan konseling melalui telephon, atau
menggunakan video call.
Apakah anda merasa
konseling dan konsultasi adalah hal yang sama? Ya, mereka memang memiliki dasar
yang sama sebagai bagian dalam guaidance. Bedanya konsultasi dengan
konseling adalah pada cakupan areanya, konsultasi hanya dibeberapa area, atau
area tertentu dan sesuai dengan tujuan dari klient, misalnya pada bidang
pekerjaan. Di dalam konseling, konselor memeberikan intervensi berupa psikologi
dan treatment kepada orang yang memeiliki mental illness dan
merupakan tindak lanjut atau perpanjanan
dari konseling.
Perkembangan
bimbingan konseling sendiri bermuala di Amerika pada tahun 1908 pendirinya
Frank Parsons yang membuka vocation bureu(biro karir). Biro ini juga
menyajikan personal guaidance, sosial guaidance, educational guaidance dan
vocational guaidance. Lalu dibentuklah persatuan bimbingan di amreika pada
tahun 1952, diberi nama American Personal and Guaidance Assosiation. Semntara
itu di Indonesia, ilmu konseling dimulai di IKIP Malang pada tahun 1975 .
persatuannya semula bernama IPBI (ikatan petugas bimbingan Indonesia) lalu
berganti menjadi ABKIN (asosiasi bimbingan dan konseling Indonesia) yang saat
ini diketuai oleh Mugi Edi Wibowo.
Walaupun
disekolah-sekolah sudah banyak psikolog atau guru BK (bimbangan konseling )
tetapi hanya anak-anak bermasalah yang menjadi tamu di ruang konseling, fungsi
sebenarnya konseling adalah untuk pengembangan, pencegahan, creative
rehabilitation dan memahami. Walaupun conselor bukanlah orang yang akan
membuat keputusan untu kehidupan anda, tidak juga menyelesaikan masalh anda dan
tidak memberikan nasehat, dikarenakan tujuan konseling adalah untuk
mengarahkan, menunjukkan, jalan mana kira-kira yang bisa anda ambil melalui
potensi yang anda miliki.
Dear Nurlaila
BalasHapusI enjoy reading your posting here. In the introduction, you did mention that psychology is like dukun and gossip. It is not true.
tks
BS