Pada saat bangun dari tidur sampai kembali tidur, tidak ada satupun hal yang tidak berkaitan dengan psikologi. Buku-buku yang paling laris di pasaran pun mengenai topik psikologi. mulai dari bagaimana cara mengembangkan diri, buku panduan memilih jodoh yang baik, mendidik anak, dan lain sebagainya. Bahkan yang menulisnya terkadang bukan seorang sarjan psikologi atau pernah mempelajari psikologi langsung dari bangku sekolah. kebanyakan dari mereka memiliki pengalaman pribadi yang disebarkan melalui tulisan. Hal ini berarti, ilmu psikologi menjadi hal yang bisa diterima oleh siapapun dan darimanapun ia berasal.
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia baik yang tampak maupun yang tampak. Namun apakah anda mengetahui cara bekerja para psikolog? atau sarjana psikologi?
Pada dasarnya orang -orang yang masih awam dalam ilmu psikologi akan mengira ilmu psikologi sama dengan ilmu perdukunan yang bisa mengetahui pribadi, nama, sikap, pandangan hidup, masalah seseorang hanya dengan melihatnya sekilas. Hal yang sangat memalukan jika sampai saat ini hal tersebut masih tertanam dalam pemikiran masyarakat.
Sebelum seorang calon sarjana psikologi menyelesaikan pendidikannya, mereka belum di perbolehkan untuk mengamalkan pelajaran yang di peroleh pada diri orang lain secara semabarangan dan tanpa seijin dari dosen pembimbing, di karenakan jika terdapat kesalahan dalam melakukan interpretasi (pemaknaa) bisa memunculkan mispersepsi atau kesalahan lainnya yang lebih fatal.
Salah satu pendekatan yang paling sering dilakuakan para psikolog dalam mengamati perilaku manusia adalah dengan wawancara, mencari riwayat hidup atau melakukan anamnesa metode, konseling dan lain sebagainya. Dengan melakukan hal ini akan lebih mudah dalam mecari tahu bagaiman kepribadian, karakter, budaya dan ideologi seseorang.Diharapkan dengan memahami perbedaan tersebut, para psikolog bisa mengerti ideologi manusia, memahami sehingga bisa berhubungan lebih baik.
tahukah anda, salah satu dari ilmu psikologi yang tugasnya untuk membantu mengembangkan potensi diri, membantu mengenali diri anda sendiri, menyelesaikan masalah, memebuat keputusan dan membantu dalam penyesuaian diri itu tugas dari seorang ahli psikologi yang disebut sebagai apa?
kita, menyebut mereka sebagai konselor, tugasnya sebagian besar adalah hal diatas. mereka berbeda dengan psikiatri, karena seorang konselor tidak memberikan pengobatan berupa medis, karena tidak dibekali dengan ilmu medis yang cukup untuk memberikan obat kepada klient. Biasanya konseling hanya dilakukan kepada orang yang menderita penyakit mental, karena kalau manusia normal masih bisa melakukan konseling dan pengembangan diri dengan dirinya sendiri.
Seorang konselor merupak sarjana psikologi yang telah mengambil pendidikasn profesi selam 2 tahun setelah lulus dari pendidikan sarjana. setelah itu konselor biasanya bekerjadikantor atau disekolah, disebut sebagai bimbingan dan konseling. jika kita merasa tidak bisa menyelesaikan maslah yang menimpa kita dengan akal sehat, setelah melakukan pendekatan dengan Allah, lakukan juga pendekatan dengan konselor atau ahli psikologi lainnya. jangan malu natau ragu, karena hal ini akan sangat membantu da para konselor profesional memiliki sikap ramah dan mampu menjaga rahasia. ^_^
Kamis, 27 Maret 2014
Jumat, 21 Maret 2014
Apa itu Ilmiah ?
Salah satu hal yang paling menarik dari dunia ini adalah mitos. Setiap orang membicarakannya, menjadikan topik percakapan yang layak untuk didiskusikan atau sekadar disebarkan. Menurut pemikiran masyarakat awam, mitos berarti sesuatu yang tabu, namun dari hal tersebutlah ilmu pengetahuan muncul jauh sebelum Islam turun kedunia, masyarakat telah disibukkan dengan berbagai hal yang ada di lingkungan sekitar mereka, seperti kenapa terjadi hujan, apa yang menyebabkan petir muncul, lalu mereka mencoba mencoba menghubungkannya dengan sesuatu yang dianggap ghoib dan memiliki kekuasaan atas alam semesta dan diri mereka. Beberapa yang tidak memahami agama dan adanya Allah sebagai tuhan yang maha Esa mengaitkannya dengan apapun yang bisa dianggap sebagai makhluk yang memiliki kekuataan besar, seperti batu beasar, pohon besar, matahari, bulan dan lain-lainnya.
Manusia itu hidup utuk berkembang, manusia adalah makhluk yang paling ingin tahu. seiring berlangsungnya kehidupan , manusia mulai melakukan percobaan, menginstropeksi diri, melakukan diskusi sehingga ilmu pengetahuan mulai berkembang. Walau pada saat itu ilmu empirik belum berkembang pesat. Pembicaraan mengenai gejala alam juga semakin memanas dikalangan para ilmuan sehingga melahirkan banyak pemikir. Corgito ergo sum, merupakan ungkapan Descartes yang artinya aku berpikir maka aku ada, pemikirannya memberikan gambaran bahwa ilmu itu berangkat dari keragu-raguan. dalam Islam sendiri terdapat kejayaan ilmu pengetahuan pada masa Harun
Ar-Rasyid,
khalifah kelima Abbasiyah dilanjutkan khalifah Ma’mun Ar-Rasyid, Islam
berkembang pesat. Dimana saat itu Baghdad menjadi salah satu pusat ilmu
pengetahuan dunia. Beberapa bukti kejayaan itu antara lain kekhalifahan
Islam
berhasil mewujudkan keamanan, kedamaian serta kesejahteraan rakyat (http://www.majalahgontor.net/index.php?option=com_content&view=article&id=518:abad-abad-keemasan-peradaban-islam&catid=40:laporan&Itemid=103).
Ada banyak pertanyaan, apakah Al-Qur'an adalah Ilmu pengetahuan yang ilmiah ?
Sudah jelas betapa banyaknya ilmu pengetahuan yang berasal dari Al-Qur'an dan hadits nabi Muhammad SAW, mulai dari ilmu kedokteran, sosial, keuangan, astronomi, dan lain-lain. namun apakah itu ilmiah? YA!
Pada dasarnya penegrtian Ilmiah itu adalah segala sesuatu yang bernilai ilmu, karena ilmu merupakan penjelasan matas suatu fakta. banyak manusia yang khawatir apakah AL-Qur'an dan hadits itu adalah ilmiah, jika ilmiah yang mereka maksud adalah teruji secara empirik, maka banyak ucapan Allah yang telah dijadikan adasar dari segala ilmu pengetahuan dan telah diuji oleh para ahli. Tidak ada yang bisa membantah Al-Qur'an, karena ia diturunkan sebagai mukzizat kepada rasulullah dan terdapat ilmu didalamnya bagi orang-orang yang mau berfikir.
Sudah jelas betapa banyaknya ilmu pengetahuan yang berasal dari Al-Qur'an dan hadits nabi Muhammad SAW, mulai dari ilmu kedokteran, sosial, keuangan, astronomi, dan lain-lain. namun apakah itu ilmiah? YA!
Pada dasarnya penegrtian Ilmiah itu adalah segala sesuatu yang bernilai ilmu, karena ilmu merupakan penjelasan matas suatu fakta. banyak manusia yang khawatir apakah AL-Qur'an dan hadits itu adalah ilmiah, jika ilmiah yang mereka maksud adalah teruji secara empirik, maka banyak ucapan Allah yang telah dijadikan adasar dari segala ilmu pengetahuan dan telah diuji oleh para ahli. Tidak ada yang bisa membantah Al-Qur'an, karena ia diturunkan sebagai mukzizat kepada rasulullah dan terdapat ilmu didalamnya bagi orang-orang yang mau berfikir.
Jadi, jika seseorang menggunakan landasan Al-Qur'an adan hadits sebagai landasan dalam penelitiannya maka itu sangat baik, selain memeberikan jawaban kepda orang-orang yang meragiuan, hal itu juga dapat menambah kadar keimanan kita. ^_^ selamat mencoba penerapan Al-qur'an dan hadits nabi dalam kehidupan kita ..
Dapat dan Amalkan
Bismillahhirrahmanirrahim
Ada pertanyaan ringan yang menjadi pokok perbincangan yang pernah saya lakukan ketika masih di bangku SMA bersama teman sekelas. "gimana ya, aku tahu kalo kita punya ilmu, apa wajib kita mengajarkan? kita mengetahuinya, tetapi belum diamalkan oleh diri sendiri, apa sebaiknya disimpan saja?" tentu saja dengan ilmu yang masih sangat dangkal anak-anak seperti kami hanya menjawab " tentu saja diamalkan, kan ada ayat Al-Qur'an yang menjelaskan , sampaikanlah walau satu ayat ". Sederhana dan terlalu singkat, saya yakin kalau ada debat, kami mungkin hanya mendapat skor yang sangat kecil.
Memasuki bangku perkuliahan, ketika memasuki kelas hadits. Seorang dosen dengan gaya santai juga menanyakan hal yang sam kepada kami. Beliau mengatakan bahwa beliau juga awalnya merasa tidak yakin akan mengajarkan sesuatu yang belum pernah dilakukanya. Hingga pada akhirnya dosen tersebut membaca sebuah hadits dari kitab kuning, dan dengan referensi dari kitab-kitab hadits lain ia akhirnya menyadari betapa sombongnya diri ini, Kalau seandainya kita mengakui bahwa diri kita telah melakukan sesuatu secara baik atau bahkan sempurna.
Dari paparan tersebut, kita dapat mengambil kesimpulan, bahwa tidak ada manusia yang sudah tahu apakah dirinya sudah dengan baik atau mungkin sempurna dalam mengamalkan ilmu yang dia peroleh. Mengajarkan itu membuat ilmu da jaringan kita bertambah. Karena semua manusia tidak tahu dia sudah seperti apa dalam mengamalkan ilmunya, maka ia tidak perlu ragu untuk mengajarkannya. mengajarkan berarti menambah informasi, apalagi yang diajarkan adalah hal yang baik menurut agama dan moral masyarakat.Umat Islam adalah ummat yang menyeru kepada yang baik dan mencegah dari yang mungkar, oleh sebab itu berlomba-lomba dalam kebaikan adalah amalan yang waib dijalankan dengan ikhlas.
Ada pertanyaan ringan yang menjadi pokok perbincangan yang pernah saya lakukan ketika masih di bangku SMA bersama teman sekelas. "gimana ya, aku tahu kalo kita punya ilmu, apa wajib kita mengajarkan? kita mengetahuinya, tetapi belum diamalkan oleh diri sendiri, apa sebaiknya disimpan saja?" tentu saja dengan ilmu yang masih sangat dangkal anak-anak seperti kami hanya menjawab " tentu saja diamalkan, kan ada ayat Al-Qur'an yang menjelaskan , sampaikanlah walau satu ayat ". Sederhana dan terlalu singkat, saya yakin kalau ada debat, kami mungkin hanya mendapat skor yang sangat kecil.
Memasuki bangku perkuliahan, ketika memasuki kelas hadits. Seorang dosen dengan gaya santai juga menanyakan hal yang sam kepada kami. Beliau mengatakan bahwa beliau juga awalnya merasa tidak yakin akan mengajarkan sesuatu yang belum pernah dilakukanya. Hingga pada akhirnya dosen tersebut membaca sebuah hadits dari kitab kuning, dan dengan referensi dari kitab-kitab hadits lain ia akhirnya menyadari betapa sombongnya diri ini, Kalau seandainya kita mengakui bahwa diri kita telah melakukan sesuatu secara baik atau bahkan sempurna.
Dari paparan tersebut, kita dapat mengambil kesimpulan, bahwa tidak ada manusia yang sudah tahu apakah dirinya sudah dengan baik atau mungkin sempurna dalam mengamalkan ilmu yang dia peroleh. Mengajarkan itu membuat ilmu da jaringan kita bertambah. Karena semua manusia tidak tahu dia sudah seperti apa dalam mengamalkan ilmunya, maka ia tidak perlu ragu untuk mengajarkannya. mengajarkan berarti menambah informasi, apalagi yang diajarkan adalah hal yang baik menurut agama dan moral masyarakat.Umat Islam adalah ummat yang menyeru kepada yang baik dan mencegah dari yang mungkar, oleh sebab itu berlomba-lomba dalam kebaikan adalah amalan yang waib dijalankan dengan ikhlas.
Selasa, 18 Maret 2014
salam dari redaksi
Sekilas info
saya seorang mahasiswi jurasan Psychology di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, semester 6. Sebenarnya banyak profesi yang bisa disamakan dengan ilmu ini, mulai dari mbah dukun sampai tukang gosip. Kaena pada dasarnya semua profesi tersebut berbicara tentang manusia, kepribadiannya, riwayat hidupnya, masa lalu, hingga cita-cita. Sebelum menjadi seorang yang ahli, para calon sarjana psikologi kabarnya belajr memahami manusia, sebagian masuk jurusan karena ingin memahami manusia, sebagian alasan lainnya untuk berobat jalan. Well, every body has reason. But not every body has they real perpouse.
saya seorang mahasiswi jurasan Psychology di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, semester 6. Sebenarnya banyak profesi yang bisa disamakan dengan ilmu ini, mulai dari mbah dukun sampai tukang gosip. Kaena pada dasarnya semua profesi tersebut berbicara tentang manusia, kepribadiannya, riwayat hidupnya, masa lalu, hingga cita-cita. Sebelum menjadi seorang yang ahli, para calon sarjana psikologi kabarnya belajr memahami manusia, sebagian masuk jurusan karena ingin memahami manusia, sebagian alasan lainnya untuk berobat jalan. Well, every body has reason. But not every body has they real perpouse.
Langganan:
Postingan (Atom)